Ngomongin Prestasi Orang Lebih Baik Daripada Ngomongin Keburukkan Orang

(INA)

Isu mengenai haters kian merajalela, bukan lagi hanya tentang artis Korea, tetapi hal-hal sepele juga menjadi pemancing haters.

———–

Aku bersyukur banget, karena aku dikelilingi orang-orang yang hebat, walaupun aku gini-gini aja. Mereka punya otak cerdas yang mungkin ga akan nyambung sama diriku. Awalnya aku agak iri, kenapa orang punya otak cerdas, kenapa banyak yang bisa berprestasi, sedangkan aku punya piala hanya dua, satu dibeli saat TK (waktu itu aku kira aku menang lomba menggambar, yang ternyata mamaku iseng BELI buat dipajang). Yang kedua ada deh (syukurnya sih dapat). Iri dengan orang lain, yah! Karena lingkunganku sering kali membanding-bandingkan kesuksesan seseorang, dan stereotipe itu lama nyangkut di diriku.

Lalu apa yang aku bisa lakukan supaya bisa menang setidaknya satu lomba lagi? Aku selalu berpikir seperti itu saat duduk di tahun pertama dan kedua kuliah. Namun nampaknya sulit.

Bersyukur. Semakin aku merasa kecil di lingkungan, semakin aku membuka mataku. Semakin aku menjadi minoritas di lingkunganku, semakin kuat harapanku. Salah satunya yang terjadi saat aku ikut klub/unit yang aku ikuti di kampus. Namun saatku menjadi yang terbaik, aku menjadi khawatir kedepannya akan seperti apa, itu yang terjadi saat tingkat 3 kuliah. Aku berusaha untuk mawas diri, bersabar, dan mengurangi kepanikan serta over thinking.

Entah mengapa apa yang kukerjakan di kampus kian menuntunku untuk menghargai orang lain. Bukan promosi kampus ya ini, tapi karena aku mulai membuka mata. Aku mulai merasa menghargai orang itu sangat membahagiakan. Seakan-akan aku juga merasa kemenangan walaupun tidak melakukan apa-apa. Aku tidak iri dengan dengki, tetapi aku iri karena ingin berkontribusi juga. Tak jarang aku meneteskan air mata bahagia saat salah satu teman/kerabat mendapat sebuah prestasi dan dari sana aku juga senang membagikan/share prestasi-prestasi mereka kepada orang lain. Karena bagiku sebuah prestasi yang disebar akan menghasilkan prestasi lainnya.

Karena bagiku sebuah prestasi yang disebar akan menghasilkan prestasi lainnya.

Dalam hidup ini orang berhak menjudge hidup kamu. Orang sukses, kaya, baik itu menjadi sebuah stereotipe yang dikejar banyak orang. Namun, jika kita selalu mengikuti orang lain, itu akan menjadi salah satu penderitaan manusia. Parameter kebahagiaan manusia itu dibuat dari diri sendiri bukan dari orang lain. Orang lain hanya berhak menuntun jalan hidup kita, tetapi keputusan ada ditangan kita sendiri toh.

———-

Lalu, bagaimana dengan keburukkan orang? Apakah tidak boleh disebarkan? Ngomongin orang itu khususnya keburukkan itu asik. Ibaratnya makan MSG yang nikmat, tetapi habis itu bikin penyakit. Ya gak? Saat kita ngomongin hal-hal negatif, seru kan? Tetapi akibatnya (tidak secara langsung dirasakan) sel-sel dalam otak menrangsang muculnya ion-ion negatif yang dapat menyebabkan stress.

Menurutku berita negatif boleh saja disebar, asalkan tidak menghina orang/kelompok yang bersangkutan. Dan isi berita itu harus dipastikan kebenarannya dari beberapa referensi, jangan hanya lihat judul berita lalu dishare (hanya orang malaslah yang membuat dunia ini menjadi kacau). Jika misalnya temanmu ada yang berbuat jahat, janganlah mencacimaki dia, namun dengan cerita yang ada, buatlah sebuah nasehat agar hal buruk tersebut tidak lagi terulang. Biasanya aku menggunakan sindiran halus sih maksimal haha dan juga biasa mensensor nama orang atau membuat inisial. Begitu sih kalau dari aku.

Kritikkan itu bermanfaat, tidak semua kritikkan itu menjatuhkan. Petik saja hikmahnya agar kita dan orang lain menjadi lebih baik.

Ayo sama-sama membangun dunia ini 😀

Karena kita hidup ga sendirian.

#stopcyberbullying #SundayInsight #HappySunday #bentarlagipuasa

Advertisements

One thought on “Ngomongin Prestasi Orang Lebih Baik Daripada Ngomongin Keburukkan Orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s